OPINI

OPINI PENDIDIKAN KIMIA

Pendidikan merupakan suatu usaha mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan yang dimiliki seseorang makin mudah untuk mnerima informasi. Pendidikan adalah proses untuk mempelajari dan meningkatkan ilmu yang diperoleh, pendidikan yang lebih tinggi secara otomatis akan berbanding lurus dengan pengetahuan yang dimiliki.

Kita pasti sering mendengar kata kimia atau  mungkin dulu atau sekarang sobat masih berkutat dengan yang namanya kimia, entah itu di sekolah, di bangku kuliah maupun di tempat kerja. Apa sebenarnya arti kimia atau definisi kimia? Berikut ini kumpulan definisi kimia yang mungkin bisa membantu pemahaman sobat.

Kimia merupakan ilmu yang mempelajari zat atau materi. Pada saat sobat sudah masuk SMA atau MA maka sobat akan memperoleh mata pelajaran kimia. Diawal, sobat akan mempelajari hakikat kimia dalam kehidupan sehari-hari dan seterusnya.

Nah, pendidikan kimia itu merupakan proses untuk mempelajari dan meningkatkan ilmu tentang zat atau materi. Di dalam pendidikan kimia, saya telah mempelajari kimia mulai dari yang dasar sampai turunannya. Dalam artikel ini saya akan membahas mengenai salah satu strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kimia. Kali ini salah satu strategi yang dipakai yaitu strategi TANDUR.

Strategi pembelajaran yang digunakan pada jurnal ini yaitu strategi TANDUR untuk meningkatkan self efficacy (kepercayaan diri) peserta didik. Strategi TANDUR merupakan kerangka rancangan belajar Quantum Teaching. Jika guru dapat mengimplementasikan metode pengajaran yang positif seperti quantum teaching di dalam kelas, maka kemungkinan besar peserta didik dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa kepercayaan dirinya. Sehingga peserta didik akan percaya pada kemampuan yang dimiliki.

TANDUR adalah akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Pada strategi ini self efficacy dapat ditumbuhkan melalui beberapa tahapannya yaitu pada tahap Alami, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan. Pada tahap-tahap tersebut memiliki poin-poin tertentu yang harus dikuasi oleh seorang pendidik untuk dapat menguatkan materi yang diajarkan kepada anak didiknya. Sehingga anak didik tersebut mempunyai rasa self efficacy  terhadap dirinya sendiri.

Dalam strategi TANDUR ada beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu tumbuhkan. Tumbuhkan adalah tahap dimana guru bertugas menjawab apa manfaat dari hal yang akan dipelajari oleh siswa. Hal ini adalah awal yang baik untuk pembelajaran karena akan membawa meraka tertarik terhadap apa yang akan meraka pelajari. Tahapan selanjutnya adalah Alami dimana seorang guru bertugas menciptakan atau mendatangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar, sehingga tumbuh kebutuhan untuk mengetahui. Pengaitan apa yang akan dipelajari dengan pengalaman yang telah mereka alami akan membuat mereka lebih percaya diri (meningkatkan self efficacy) karena telah mengalaminya sendiri. Setelah mendatangkan pengalaman umum, selanjutnya adalah tahap Namai. Pada tahap ini guru menyediakan kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah masukan. Penanaman konsep dilakukan setelah minat siswa memuncak karena kedua tahap sebelumnya. Dengan minat yang tinggi, diharapkan siswa lebih mudah fokus terhadap pembelajaran dan konsepnya akan mudah tertanam dibenak siswa.

Tahap keempat, Demonstrasi akan membuat siswa lebih percaya diri karena mereka dipercaya untuk melakukan atau mempraktikkannya sendiri. Selain itu siswa akan lebih percaya diri dalam menguasai suatu konsep karena dia mengalaminya sendiri. Setelah demonstrasi adalah tahap Ulangi, dalam tahap ini guru memberikan penguatan kepada siswa sehingga mereka merasa dihargai. Hal ini dapat meningkatkan self efficacy karena seperti yang telah dibahas, Self efficacy juga berkaitan dengan keperdulian tentang pandangan orang lain kepada kita.

Tahap selanjutnya yaitu Rayakan, tahap ini selain dilakukan diakhir pembelajaran juga dilakukan di sepanjang pembelajaran setiap akhir tahap. Rayakan atau sebuah perayaan dilakukan dengan memberikan hadiah atau penghargaan lain seperti tepuk tangan, dan pujian-pujian yang dapat menumbuhkan self efficacy dalam diri siswa. Perayaan meningkatkan hubungan (antara guru dan murid), meningkatkan self efficacy, dan menjadikannya pembelajar sepanjang hidup.

Dengan menggunakan salah satu strategi tersebut, diharapkan guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan kimia. Siswa juga pasti akan mudah memahami materi kimia yang diberikan karena strategi yang digunakan maupun model pembelajaran yang digunakan menarik. Sehingga siswa tidak bosan dalam belajar mata pelajaran kimia.

Dengan membaca artikel ini, harapan kedepannya yaitu pendidikan kimia di Indonesia makin berkembang menjadi lebih baik. Sehingga dapat mencetak generasi muda untuk terus meningkatkan ilmu kimia. dan menjadi seorang ahli kimiawan.

Terima kasih bagi kalian yang syudah meluangkan sedikit waktu untuk membaca dan memahami artikel tentang pendidikan kimia. Gamsahamnida ….

Sumber :

Nikma, Sulusu dan Kusumawati Dwiningsih. 2013. Penerapan Strategi Tandur untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa pada Materi Hukum Dasar Kimia Kelas X-1 SMA N 2 Ponorogo. Unesa Journal of Chemica Education. 2(2)

 

 

 

 

Comments are closed